LAPORAN PENETAPAN KADAR FOSFOR METODE FARDIAZ



Contoh LAPORAN PENETAPAN KADAR FOSFOR METODE FARDIAZ semoga bermanfaat yaaa. salam untuk mahasiswa peternakan seluruh dunia.

BAB 1 - PENDAHULUAN

Latar Belakang

Beberapa mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak seperti kalsium, fosfat, natrium, klorida, magnesium dan kalium. Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari. Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang dari 15 mg. Hingga saat ini dikenal sebanyak 24 mineral yang dianggap essensial. Jumlah ini bisa bertambah seiring dengan waktu (Almatsier 2010).

Jenis mineral yang termasuk ke dalam mineral makro adalah natrium, klorida, kalium, fosfor, magnesium dan sulfur. Natrium, klor, kalium berperan dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh. Natrium, kalsium, kalium, dan magnesium diperlukan untuk trnsmisi saraf dan kontraksi otot. Fosfor dan magnesium terlibat dalam metabolism energi. Kalsium, fosfor, dan magnesium berperan dalam member bentuk (struktur) tulang. Mineral yang paling banyak jumlahnya di dalam tubuh adalah kalsium kemudian diikuti oleh fosfor (Almatsier 2010).

Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak didalam tubuh setelah kalsium, yaitu 1% dari berat badan. Kurang lebih 58% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fosfat, Fosfor juga penting untuk jaringan saraf, mendukung fungsi-fungsi sistem saraf, dan membantu agar sembuh dari kelelahan mental disertai sakit kepala dan kesulitan berkonsentrasi. Defisiensi akan meyebabkan mudah lupa, pusing, dan migrant. Fosfor di dalam tubuh penting untuk reaksi-reaksi kimia karena dapat menangkap, mentransfer,, dan menyimpan energi. Oleh karena itu, analisis kandungan fosfor dalam bahan pangan penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui jumlah fosfor dan mengetahui kebutuhan fosfor yang diperlukan dalam tubuh dengan konsumsi makanan

Tujuan

Praktikum analisis zat gizi mikro yaitu penetapan analisis fosfor m. Fardiaz et al, 1986 bertujuan untuk mempelajari cara penetapan kadar fosfor dengan analisis m. Fardiaz et al, 1986 dan menghitung persentase kandungan kadar fosfor pada jenis bahan makanan yang telah ditetapkan.

BAB 2 - TINJAUAN PUSTAKA

Fosfor

Fosfor adalah salah satu mineral makro. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1% dari berat badan. Kurang lebih 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fosfat. Di dalam bahan pangan, fosfor terdapat dalam berbagai bahan organik dan anorganik. Enzim dalam saluran pencernaan membebaskan fosfor yang anorganik dari ikatannya dengan bahan organik. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam bentuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum yang bersifat kurang alkalis 70% yang dicerna akan diserap (Almatsier 2001).

Peranan Fosfor

Peranan fosfor adalah untuk pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). DNA dan RNA terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat; demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Dalam bahan pangan, fosfor terdapat dalam berbagai bahan organik dan anorganik. Enzim dalam saluran pencernaan membebaskan fosfor yang anorganik dari ikatannya dengan bahan organik. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam bentuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum.

Absorpsi dan Metabolisme Fosfor

Fosfor dapat diabsorpsi secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus setelah dihidrolisis dan dilepas dari makanan. Bayi dapat menyerap 85-90% fosfor berasal dari Air Susu Ibu/ ASI. Sebanyak 65-70% fosfor berasal dari susu sapi dan 50-70% fosfor berasal dari susunan makanan normal dapat diabsorpsi oleh anak dan orang dewasa. Bila konsumsi fosfor rendah, taraf absorpsi dapat mencapai 90% dari konsumsi fosfor. Fosfor sebagai bagian dari asam fosfat yang terutama terdapat di dalam serealia tidak dapat dihidrolisis, oleh karena itu dapat diabsorpsi. Faktor-faktor makanan lain yang menghalangi absorpsi fosfor adalah Fe++, Mg++, asam lemak tidak jenuh dan antasid yang mengandung alumunium, karena membentuk garam yang tidak larut air.

Sumber Fosfor

Karena fosfor ada di semua sel makhluk hidup, fosfor terdapat di dalam semua makanan, terutama makanan kaya protein, seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan dan hasilnya, serta serelia. Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi. Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang. Karena fosfor banyak terdapat di dalam makanan, jarang terjadi kekurangan. Kekurangan fosfor bisa terjadi bila menggunakan obat antasid untuk menetralkan asam lambung, seperti alumunium hidroksida untuk jangka lama. Alumunium hidroksida mengikat fosfor, sehingga tidak dapat diabsorpsi. Kekurangan fosfor juga bisa terjadi pada penderita yang kehilangan banyak cairan melalui urin. Kekurangan fosfor menyebabkan kerusakan tulang. Bayi prematur juga dapat menderita kekurangan fosfor, karena cepatnya pembentukan tulang sehingga kebutuhan fosfor tidak bisa dipenuhi oleh ASI (Anonim 2010).

Pereaksi

Pada penetapan fosfor dengan metode Fardiaz et al (1996) banyak digunakan bahan-bahan khusus diantaranya ammonium molibdat, ammonium vanadat, asam nitrat pekat, dan air bebas ion. Amonium molibdat (H24Mo7N6O24) merupakan senyawa berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Amonium vanadat atau disebut juga amonium metavanadat (NH4VO3.) merupakan senyawa berbentuk kristal berwarna putih kekuningan dan larut dalam air. Kedua bahan tersebut berfungsi dalam berbagai analisis kimia (Nasih 2008).

Pada penetapan kadar fosfor dengan metode Fardiaz et al (1996) digunakan pereaksi Vanadat-Molibdat yang merupakan hasil pelarutan antara amonium vanadat, amonium molibdat, asam nitrat pekat, dan air suling. Pembuatan pereaksi ini diawali dengan pelarutan ammonium molibdat dalam air suling hangat dan ammonium vanadat dalam air suling mendidih. Larutan vanadat tersebut ditambahkan asam nitrat pekat dan dihomogenkan. Lalu ditambahkan molibdat dan diencerkan dengan air (Apriyantono et al. 1989).

Pencampuran pereaksi vanadat dan molibdat harus dilakukan beberapa hari sebelum digunakan karena cenderung mengendap. Bahan bahan organik yang turut tercampur harus terlebih dahulu dihilangkan agar tidak mengganggu warna yang dihasilkan menggunakan pereaksi pengoksidasi. Adapun pada metode Fardiaz et al (1996), penggunaan pereaksi vanadat molibdat bertujuan agar terbentuk kompleks asam vanadimolibdifosfat yang berwarna kuning orange, sehingga dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 400 nm. Senyawa kompleks tersebut dihasilkan melalui reaksi kompleksometri, yaitu reaksi ortofosfat dengan vanadat-molibdat (Vogel 1985).

Asam nitrat atau nitric acid (HNO3) merupakan asam kuat yang bersifat korosif. Dalam keadaan murni, asam nitrat merupakan cairan tak berwarna. Akan tetapi, seiring dengan waktu, warna larutan asam nitrat menjadi kekuningan, yang disebabkan oleh akumulasi senyawa oksida nitrogen di dalamnya (Anonim 2009). Asam nitrat memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai chemical cleaning peralatan logam agar logam terhindar dari proses oksidasi lanjutan (korosi). Campuran Pada penetapan kadar fosfor dengan metode Fardiaz et al (1996) digunakan asam nitrat pekat yang bertujuan untuk mengubah metafosfat dan pirofosfat menjadi ortofosfat, yang nantinya dengan penambahan asam vanadat dan molibdat, ortofosfat akan bereaksi dengan pereaksi tersebut sehingga terbentuk senyawa kompleks yang berwarna kuning (Vogel 1985).

Angka Kecukupan Fosfor yang Dianjurkan

Kecukupan fosfor rata-rata sehari untuk Indonesia ditetapkan sebagai berikut (Widya Karya Pangan dan Gizi LIPI 1993):
Bayi : 200-250 mg
Anak-anak : 250-400 mg
Remaja dan dewasa : 400-500 mg

Ibu hamil dan menyusui : +200-+300 mg

BAB 3 - PEMBAHASAN

Fosfor adalah salah satu mineral makro dan merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh. Di dalam bahan pangan, fosfor terdapat dalam berbagai bahan organik dan anorganik (Almatsier 2001). Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). Penetapan kadar fosfor pada bahan pangan biasanya menggunakan metode kuantitatif, salah satunya adalah Metode Vanadat-Molibdat atau disebut juga Metode Fardiaz et al (1996) (Apriyantono et al. 1989).

Prinsip penetapan kadar fosfor suatu bahan pangan dengan metode ini adalah mereaksikan bahan atau sampel dengan asam nitrat untuk mengubah semua metafosfat dan pirofosfat menjadi ortofosfat, yang kemudian diperlakukan dengan asam molibdat dan asam vanadat sehingga ortofosfat akan bereaksi dengan asam molibdat dan asam vanadat dan melalui reaksi kompleksometri akan terbentuk kompleks asam vanadimolibdifosfat yang berwarna kuning orange. Setelah itu, sampel yang telah direaksikan diukur nilai serapan cahaya atau absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 400 nm dan dibandingkan dengan standar fosfor yang telah diketahui konsentrasinya, sehingga kadar fosfor pada bahan tersebut dapat diketahui.

Untuk melakukan penetapan kadar fosfor ini, praktikan terlebih dahulu melakukan preparasi sampel, pembuatan larutan standar sebagai pembanding dan pembuatan larutan blanko untuk kalibrasi sampel. Sampel yang digunakan adalah sampel hasil pengabuan kering. Preparasi sampel dilakukan dengan mengencerkan sampel hingga tera pada labu takar 100 ml. Kemudian ditambahkan asam vanadat-molibdat sebagai pereaksinya. pereaksi Vanadat-Molibdat merupakan hasil pelarutan antara amonium vanadat, amonium molibdat, asam nitrat pekat, dan air suling. Asam ini berfungsi untuk mengubah warna larutan ortofosfat yang terbentuk menjadi kuning orange dan membentuk kompleks asam vanadimolibdifosfat. Intensitas warna yang terbentuk inilah yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar fosfor dalam bahan makanan.

Setelah penambahan asam vanadat-molibdat, dilakukan pembuatan standar yang digunakan sebagai pembanding untuk menggambarkan kurva standarnya. Larutan standar dilakukan dengan mengencerkan KHPO4 kering dengan air bebas ion. Sementara itu, dibuat tujuh larutan standar kemudian setiap larutan standar ditambahkan asam vanadat-molibdat dan diencerkan dengan air bebas ion. Selanjutnya, setelah larutan direaksikan dengan asam ini, larutan dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 400 nm. Adapun untuk pembuatan blanko hanya menambahkan asam vanadat-molibdat dan ditera dengan air bebas ion.


Berdasarkan data konsentrasi sampel, absorbansi standar dan absorbansi blanko hasil pembacaan menggunakan alat spektrofotometer, diperoleh grafik hasil pembacaan absorbansi standar fosfor sampel. Persamaan yang dihasilkan adalah y= 1.628x-0.005. Sumbu y dan x masing-masing menunjukkan nilai absorbansi dan nilai konsentrasi dari sampel. Nilai Regresi (R2) grafik menunjukkan nilai sebesar 0.930 yang memiliki arti bahwa pembacaan nilai absorbansi mendekati sempurna , yaitu nilai R2 = 1 (grafik linier). Nilai R2 yang mendekati atau kurang dari 1 juga mengindikasikan layak tidaknya penerimaan hasil pembacaan spektofotometer pada sampel yang diujikan. Dibawah ini merupakan tabel kadar fosfor pada beberapa sampel makanan:

Tabel 1 kadar nutrition fact, kebutuhan dan kadar fosfor pada sampel makanan
sampel Nutrition Fact (%) kebutuhan fosfor bayi (AKG) (mg) mg/100 g NF mg/100 g
Sun beras merah 35 225 196.9 94122.09
Sun kacang hijau 35 225 196.9 47508.55
Cerelac beras merah 45 225 253.1 49433.15
Cerelac kacang hijau 35 225 196.9 87528.91
Promina kacang hijau 60 225 337.5 62578.93
Cerelac kacang hijau 60 225 337.5 53260.51

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa kadar fosfor pada SUN beras merah yaitu 94.122,09 mg/100 g, SUN kacang hijau sebesar 47.508,55 mg/100 g, Cerelac beras merah sebesar 49.433,15 mg/100 g, Cerelac kacang hijau sebesar 87.528,91 mg/100 g dan Promina kacang hijau sebesar 62.578,93 mg/100g. Kadar fosfor tertinggi berdasarkan analisis yaitu pada sampel SUN beras merah yaitu 94.122,09 mg/100 g sedangkan kadar fosfor terendah yaitu SUN kacang hijau sebesar 47.508,55 mg/100 g. Hasil yang telah didapatkan ini sangat besar sekali dan sangat jauh berbeda dengan hasil yang didapatkan pada mg/100 g NF dari masing-masing sampel. Kesalahan-kesalahan ini mungkin saja disebabkan oleh praktikan yang kurang teliti dalam melakukan preparasi sampel. Dibawah ini terdapat tabel kadar fosfor pada sampel promina kacang hijau :

Tabel 2 Kadar nutrition fact, kebutuhan dan kadar fosfor pada sampel promina kacang hijau
sampel Nutrition Fact (%) kebutuhan fosfor bayi (AKG) (mg) mg/100 g NF mg/100 g
promina kacang hijau 60 225 337.5 62578.93

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sampel kadar fosfor pada Nutrition Facts sampel promina kacang hijau adalah 60 % dan kebutuhan fosfor bayi berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) adalah 225 mg sehingga didapatkan hasil 337,5 mg/100 g fosfor dalam 40 g sampel bubur promina kacang hijau. Berdasarkan analisis didapatkan hasil kadar fosfor pada promina kacang hijau sebesar 62.578,93 mg/100 g. Jika dibandingkan hasil yang didapatkan pada saat analisis dengan hasil yang didapat berdasarkan Nutrition Facts, terdapat perbedaan yang sangat besar. Kadar fosfor yang didapatkan pada saat analisis dengan bubur bayi, tidak mungkin diperoleh nilai yang sangat besar hingga 62.578,93 mg/100 g sedangkan kebutuhan fosfor pada bayi hanya sebesar 225 mg.


Kesalahan–kesalahan ini disebabkan karena adanya kontaminan yang dapat disebabkan oleh pemakaian alat-alat analisis yang tidak dalam keadaan steril atau bebas ion seperti kesalahan teknis dalam pemakaian gegep. Akibatnya, mineral fosfor kontaminan terhitung sebagai fosfor sampel dan hasil analisis menjadi tidak akurat. Perbedaan ini juga mungkin disebabkan oleh kurang ketelitian dalam proses percobaan, misalnya pada saat penimbangan sampel yang kurang akurat, pembuatan larutan standar yang tidak tepat, dan kurang teliti dalam proses pereaksian. Selain itu, ketidaktelitian praktikan pada saat melakukan pembuatan dan pembacaan nilai absorbansi larutan baik standar maupun sampel juga berpengaruh.

BAB 4 -KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan praktikum penetapan kadar fosfor dengan menggunakan metode fardiaz dapat disimpulkan bahwa kadar fosfor tertinggi yaitu pada sampel SUN beras merah yaitu 94.122,09 mg/100 g sedangkan kadar fosfor terendah yaitu SUN kacang hijau sebesar 47.508,55 mg/100 g. Hasil yang telah didapatkan ini sangat besar sekali dan sangat jauh berbeda dengan hasil yang didapatkan pada mg/100 g Nutrition Facs dari masing-masing sampel. Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh praktikan yang tidak teliti dan dapat pula di sebabkan oleh faktor alat.

Saran

Berdasarkan Berdasarkan praktikum penetapan kadar fosfor m. Fardiaz yang telah dilakukan, praktikum telah berjalan dengan baik namun terdapat pula kesalahan-kesalahan yang menyebabkan hasil yang diperoleh dari analisis sangat besar dan jauh berbeda dengan hasil yang diperoleh berdasarkan Nutrition Facs. Sehingga dapat disarankan, praktikan harus sangat teliti dalam proses percobaan, misalnya pada saat penimbangan sampel yang akurat, pembuatan larutan standar yang tepat, dan teliti dalam proses pereaksian. Pemakaian alat-alat analisis juga harus dalam keadaan steril dan bebas ion.

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2009. Mengenal Kegunaan Larutan Asam Klorida. http://anekailmu. blogspot.com/2009/06/mengenal-kegunaan-larutan-asam-klorida.html. [07 November 2011].
Almatsier S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Apriyantono et al. 1989. Kimia untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Nasih. 2008. Penetapan Kadar Fosfor dalam Buah Apel. repository. usu.ac.id/bitstream/123456789/14443/1/09E00886.pdf [07 November 2011].

Vogel AI. 1985. Analisis Anorganik Kuantitatif Mineral Makro dan Semimikro. Jakarta: Kalman Media Pustaka.


Komentar

Postingan Populer